ruangkasus625

DRAF AWAL DVD Bajakan

In Uncategorized on January 31, 2012 at 6:01 pm

DRAFT AWAL

Bisnis perdagangan DVD ilegal di Indonesia seakan telah menjadi jamur permanen. Para pedagang DVD bajakan terlihat sulit sekali untuk dibasmi, razia pun tidak jadi persoalan besar untuk mereka. Bisnis perdagangan berjalan semakin lancar ketika pemerintah terus menerapkan kebijakan larangan film Hollywood masuk ke Indonesia itu. Lapak mereka yang menggeluti bisnis basah ini dibanjiri oleh para konsumen pecinta film.

“Film Mission Impossible-nya udah bagus belum mas gambarnya?”

“Masih burem boss…”

Begitulah sedikitnya percakapan antara seorang pembeli dengan pedagang dvd bajakan di bilangan Kelapa Dua, Tangerang. Sang pedagang menjawab dengan jujur dan santai setiap para pelanggannya melontarkan pertanyaan “Film ini sudah bagus belum gambar atau subtitle-nya?” Pedagang akan menjawab bagus dan langsung memutarkan film-nya sebagai bukti jika memang kualitas gambar sudah memuaskan. Jika pedagang melontarkan jawaban bahwa kualitas gambar masih berada dibawah standar, pembeli akan tetap asyik memilih DVD film lain yang menjadi stock di lapak tersebut. Melihat hal ini tentu saja sangat menyedihkan dimana para konsumen secara tidak langsung sangat mendukung adanya pembajakan. Tanpa sadar mereka telah melakukan sebuah kejahatan yang merugikan banyak pihak lain dan juga melanggar hukum. Pemerintah yang selalu menyatakan perang dengan pembajakan tetapi hanya semata-mata menyatakan dalam slogan-slogan saja tidak ada kepastian tindakan tegas yang dilakukan.

Sebelum berhenti di lapak ini, tim penelusur telah melakukan negosiasi terhadap beberapa lapak lain untuk melakukan wawancara mengenai peredaran DVD ilegal ini. Namun tak sedikit mereka yang melempar-lempar peran sebagai narasumber atau malah enggan untuk diwawancarai. Salah satu pedagang yang berhasil kami jadikan sebagai salah satu narasumber kami adalah Ipan, lapaknya berada tepat di pinggir jalan Pasar Kelapa Dua. Saat berbincang-bincang mengenai kasus pembajakan dan peredaran DVD ilegal ini, Ipan menyebut adanya ‘koordinator‘ yang dapat disimpulkan sebagai oknum di balik layar yang membuat perdagangan DVD bajakan ini menjadi licin.

“Ya ada koordinatornya disini.“

“Datengnya pas kapan mas koordinatornya?“

“Ya jarang, tiap bulan lah.“

Ipan pun memberi penuturan lain sebagai kunci untuk kami teruskan penelusuran ini ke ‘lingkaran‘ yang lebih besar. Yaitu pusat pengambilan ‘barang‘, Glodok, Jakarta. Tak hanya Ipan yang menyatakan bahwa mereka para pedagang DVD bajakan rutin mengambil barang di Glodok, Jakarta. Dua narasumber lain yang bersedia kami wawancara di kawasan Gading Serpong dan Bonang, Tangerang pun memberikan pengakuan yang sama.

Larisnya DVD bajakan yang dijual di Glodok selama ini membuktikan bahwa pasaran DVD bajakan selangkah lebih maju dari film yang diputar di gedung bioskop. Bahkan kini Glodok sudah identik dengan sebutan, pusatnya perdagangan DVD bajakan dari semua jenis film. Bahkan, DVD bajakan yang dijual di Glodok selalu beredar lebih awal dibandingkan dengan film yang diputar di bioskop.

Beberapa orang sedang sibuk dengan diri sendiri, mereka tenggelam dalam dunianya untuk memilih beberapa film bajakan di Glodok yang merupakan pusat penjualan DVD/VCD bajakan. Harga yang relatif jauh lebih murah dari DVD asli, tentu saja sangat banyak peminat dan juga sangat menguntungkan untuk konsumen. Melihat hal ini tentu saja tak dapat dipungkiri, kita tidak bisa lepas dari barang-barang yang disebut bajakan tersebut. Tentu saja hal ini sangat menguntungkan bagi pembajak, hal ini lah salah satu faktor pembajakan DVD bajakan sangat susah di berantas. Walaupun hal ini dianggap melanggar Hak Cipta, tetapi pembajakan terus terjadi dan juga DVD bajakan terus dimintai oleh konsumen.

Pada hari pertama tim penelusur mendapat penolakan dari para penjaga lapak. Ketidakberuntungan ini dipicu oleh keberatan mereka akan proses pengambilan gambar yang dilakukan oleh tim penelusur.

“Wah, ngerekam ya? Saya panggilin ‘satpam’ ya!” ancam salah satu penjaga lapak besar tersebut.

Tak sampai di situ, kami tim penelusur melanjutkan penelusuran ini di komplek yang sama dengan hari yang berbeda. 5 hari kemudian kami kembali menyambangi pusat perdagangan DVD bajakan tersbut. Mencari oknum lain yang bersedia memberikan keterangan. Tidak ada yang mau memberikan kesaksian, semua hanya spekulasi. Kami di ‘ping-pong’ antar penjaga satu ke penjaga lainnya. Sampai pada seorang penjaga yang mau memberikan keterangan setelah melakukan proses negosiasi yang cukup ‘alot’.

Wawancara tersebut off the record. dalam wawancara tersebut kami mendapatkan beberapa informasi. Mas Apri, demikian kamu menamai narasumber kami, menyebutkan bahwa sangat jarang dilakukan razia. Sekalipun ada razia, barang yang disita bisa ditebus kembali. Ia mengaku bahwa DVD asli diimpor terlebih dahulu dari negara-negara luar, antara lain Amerika dan China. Baru lah dilakukan proses pembajakan oleh oknum-oknum tertentu. Ia hanya menjelaskan segelintir tentang proses pembajakan, karena ia tidak berhubungan langsung dengan proses penggandaan tersebut.

Para pembajak hanya menggunakan CD Writer untuk dapat memudahkan pekerjaannya dalam hitungan menit. Untuk para pengganda yang tidak memiliki banyak modal mereka menggunakan beberapa komputer yang dimodifikasi. Untuk para pengganda yang memiliki cukup banyak modal mereka bisa menggunakan sebuah mesin pengganda yang tidak memerlukan computer untuk menggandakannnya, hanya sebuah mesin pengganda berupa CPU, beberapa CD writer, dan sebuah CD Original sebagai master dan penggandaan bisa langsung dilakukan saat itu juga.

Tempat penelusuran akhir kami adalah Polsek Tambora, Jakarta Barat. Polsek tersebut berlokasi tak jauh dari pusat perdagangan DVD kawasan Glodok. Disana kami mewawancarai salah satu anggota kepolisian, ia memberikan pernyataan bahwa para aparat pasti menindak lanjuti perdagangan ilegal tersebut.

“Itu pasti kita adakan razia, tapi ya namanya orang cari makan,” katanya.

“Ya biasanya juga sampe kucing-kucingan. Maksudnya dateng lagi dateng lagi, begitu.”

Jessica Suhandra 09120110003

Cheryl Vera Victoria 09120110014

Limia De Sinta 09120110052

Benyamin Saputra Kurniawan 09120110050

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: